Kesempatan yang Ketiga

tertulis dengan sisa-sisa kekuatanku…

hampir 10 tahun yang lalu,,,
aku terpuruk saat menghadapi kenyataan, aku “BERBEDA”…

5 tahun yang lalu,,,
aku terpuruk saat menghadapi meja operasi,,,
menghadapi ruang ICU,,,
menghadapi kenyataan harus meninggalkan kuliah sejenak,,,
menghadapi kenyataan harus menahan sakit yang luar biasa,,,
menghadapi kenyataan harus kembali ke meja operasi sampai tiga kali…
seperti mendapat kesempatan kedua saat Allah masih mengijinkan aku bernafas kembali…

dan slama 5tahun ini,,,bukan hal yangh mudah untuk bertahan
bertahan di antara kehidupan orang-orang normal, bertahan di antara rasa sakit yang tiada henti…
tapi aku ingin berdiri…

lalu 5 tahun sesudahnya…
aku kembali terpuruk…saat aku merasa ada dalam titik terlelah..
maaf…
ketika semua orang bilang, “ini bukan mita”…
ya….mungkin sekarang kalian tau, aku rapuh…tidak setegar yang kalian duga…
tapi menghadapi sakit yang akhir-akhir ini semakin berkuasa, mungkin jiwaku lelah serasa ingin menyerah…

tapi kemarin…
Tuhan, sesungguhnya aku malu memintanya…
jika dulu Engkau pernah memberiku kesempatan kedua untukku bertahan,
aku sangat berharap ada kesempatan yang ketiga kali ini…..
mudahkanlah jalanku,,,dan kuatkanlah aku menghadapi segala cobaan dan nikmat-Mu…

untuk semua temanku,,,maaf bila aku sempat menjauh….
terutama untuk temenMSI ,,,ternyata kadang kita memang butuh “mengeluh” untuk melegakan hati, dan sepertinya sekarang aku yang butuh support dari kalian…
bu Retno, pak Azis, mas bagus, abonk, mba dian,,,terima kasih telah membangunkan ku dari mimpi buruk…maaf jika saya terlalu lemah…hanya berharap masih akn ada hari esok untuk kembali berjuang…
mama, papa, mas yogi, mba anti, mas bagus,,,aku berharap banyak dari cinta kalian…
untuk semua dokter yang merawatku…
(dr Luthfi, SP.OT, dr Iman, Sp.OT, dr Laksmi, Sp.S, dan dr Hilma, Sp.KJ) aku berharap banyak atas bantuan kalian….>.<
dan untuk semuanya,,,,bantu aku agar mendapatkan "kesempatan ketiga" dari-Nya..
karna aku masih percaya, Allah punya rencana indah buatku….

*Hanya sekedar Renungan*

di antara segala rasa, nyatanya masih banyak yang di luarnya…
sungguh tidak pernah tersadar…

Tuhan, begitu banyak kemudahan kudapat…sangat banyak…
dan rasanya tak heran jika ada yang tak merelakannya…
tapi mungkin hanya Engkau yang tau,
bahwa hati ini, dengan membawa segala perih, luka, sakit dan lemahnya jiwaku, terus berlari…
kuraih mimpiku, dengan berdiri di atas kedua kakiku…bukan karena belas kasihan… :(

dan sekarang,,,
andaikan aku masih punya mimpi…
mungkin hrapan yang tersisa saat ini hanya satu:
suatu saat nanti pasti akan ada tempat di mana aku diterima apa adanya
dan sangat kusadari,,,tak mudah mendapatkan tempat itu…

aaaah,,,sungguh aku tidak ingin meratapi…
knapa aku ditakdirkan punya cacat,,,dan banyak hal tak bisa kulakukan
menghadapi hari2 dengan rasa sakit,,,dan sering aku tak bisa mengungkapkannya
melewati kuliah dengan berat,,,dan sungguh aku ingin menyerah
menatap masa depan dengan penuh keraguan…dan mampukah aku bertahan dengan kondisiku….>..<

andaikan aku boleh berharap…
jika aku menyulitkan,,,jangan katakan apapun yang buruk…>.<
dalam segala amarah sekalipun…
karna suatu saat nanti pasti perkataan itu akan dilupa..
tapi tidak dengan luka yang membekas di hatiku…
karna sesungguhnya, bukan hanya bekasnya yang tersisa…
tapi menambah tumpukan putus asa dalam memori mimpiku…
aku tidak ingin demikian, tapi aku pun tak mampu mengontrolnya…

Tuhan,,,,
kumohon…
hingga detik ini aku masih percaya…
anugerah ini begitu indah, dan aku kuat!
hidup ini begitu menakjubkan, dan aku kuat!
nikmat ini begitu luar biasa, dan aku kuat!
aku kuat…
jadi tolong,,,jangan biarkan orang2 itu datang merusaknya…
menghancurkan percaya diriku,,,
menjatuhkan mentalku,,,
membuang semangatku…

dan…sekarang…sangat kusadari…
ternyata aku adalah hamba-Nya yang sangat bodoh…
kenapa cobaan begitu banyak dihadirkan di hidupku,,,
karna aku masih belum bisa menemukan ilmu ikhlas

bimbing aku menemukannya Tuhan…

Lewat doa, kutitipkan rinduku…

Sesaat, aku seperti masih merasakan dinginnya udara malam yang kita nikmati bersama kala itu, saat di mana aku menemukan sisi baik tentangmu…
Kutemukan satu orang lagi yang membawa imajiku memandang sisi lain dari hidupku, dari sakitku dan dari asaku.

Katamu, saat itu kamu tak ingin banyak tau tentang skoliosisku, karna kamu hanya ingin memandangku sebagai perempuan yang normal. Dan aku tak suka itu. Tapi kamu bilang, akan tau tanpa harus mendengarnya dari mulutku, karna melihatku mengucapkan kisah itu hanya membuatmu sedih karna kau tau, tak mudah untukku menceritakannya.
“Kamu harus yakin bahwa kamu akan sembuh…”
Katamu, aku tak perlu bilang bahwa aku kuat, karna kamu tau bahwa sesungguhnya aku rapuh dan aku tak bisa sendiri, karna itulah kau tawarkan dirimu untuk tempatku bersandar agar aku tetap berdiri tegar, kau tawarkan bahumu untuk menenangkan tangisku, dan kau tawarkan genggaman tanganmu untuk menguatkanku saat aku sakit.
“Kamu hanya butuh penopang…”
Katamu, aku tak perlu takut dengan hari-hari berat yang harus aku lewati saat itu, karna kau akan menjagaku. Saat itu mungkin aku bilang bahwa aku tak kuat lagi, dan aku menangis. Tapi tak satu katapun terucap dari mulutmu. Hanya menatapku, lalu keluar dan tiba-tiba hapeku berbunyi. Ada sms masuk. Darimu.
“Bintang kecilku…”
Dan saat aku tersadar, betapa aku dan kondisiku telah banyak menyita waktumu, aku pun mulai menjauh. Kamu diam. Saat aku ucapkan maaf dan terima kasih. Kamu hanya tersenyum dan meninggalkanku. Tapi lagi-lagi hapeku berbunyi.
“Rela mencintai berarti rela dengan tulus pula dalam memberikat yang terbaik buat kamu..itu adalah kebahagiaan buat saya karena kamu..”
Katamu, aku pun tak perlu ragu akan masa depanku, karna aku tidak sendiri. Aku juga tak perlu khawatir akan orang-orang yang datang dan pergi silih berganti meskipun mereka kadang menyakitiku, karna jalanku masih panjang. Kau ceritakan padaku, betapa masa itu masih jauh, dan masa ini, biarkan aku menikmatinya seperti saat ini, bukan untuk masa yang masih jauh itu. Kau yakinkan padaku bahwa saat ini bukan untuk memikirkan (bahkan menangisi) mereka, tapi untuk merajut mimpiku agar kelak kuperoleh kebahagiaan yang abadi.
“Jalan kita masih panjang, tak perlu serius untuk hal yang lain, karna yang perlu kamu pikirkan hanyalah masa depanmu. Kelak, kamu pasti akan menemukan orang yang benar-benar ada untukmu. Tapi itu bukan sekarang. Mau hidup pakai apa? Jadi harus sukses dulu. Itu harga mati”


Aku  : bukan sekarang? Lalu kapan?
X       : iya, bukan sekarang, 3 tahun lagi mungkin
Aku : 3 tahun? Kenapa saya harus menunggu 3 tahun?
X      : 3-4 tahun lagi mungkin saya datang untuk bertemu kamu dan mungkin namamu sudah lebih panjang.   Kamu tau maksudnya? Mungkin saat itu saya sudah mapan, dan kamu sudah lulus s2, andaikan kamu akan menuruti keinginan ortu buat sekolah lagi. Artinya, saat itu nanti semoga mimpi kita akan sama-sama tercapai. Saat itulah kamu baru boleh serius berpikir yang lain.
Aku  : andaikan 3 tahun lagi kita ada di jalan yang berbeda, berarti saya tidak akan bertemu kamu?
      : serahkan semuanya pada Allah, kita hanya berusaha kan? Saya hanya berpikir agar kamu sehat dan memperoleh yang terbaik untuk hidup kamu dan kesehatan kamu.
Aku : lalu apa yang harus saya usahakan untuk 3 tahun lagi? Untuk mimpi, saya tidak akan pernah berhenti bermimpi dan berjuang untuk meraihnya, dengan atau tanpa kamu. Tapi saya ingin bisa bertemu dengan orang yang pernah menolong saya…
X     : kamu tau kan kunci sebuah hubungan? Komunikasi.

Dear sahabat,,,
Sekarang mungkin kita benar-benar jauh… hanya bisa mengingatmu dalam setiap doaku…mungkin hanya dengan itu komunikasi kita tetap terjalin…
Padahal, di akhir pertemuan waktu itu, aku belum sempat mengucapkan maaf dan terima kasih secara langsung… hanya sebuah kalimat yang sanggup terkirim untukmu yang kuselipkan di buku itu
“Terima kasih untuk hari-hari indah yang pernah menyatukan kita…”
Dan seminggu yang lalu, kutemukan sebuah sms masuk. Darimu
“Terima kasih untuk semua hal yang pernah menyatukan kita…”
Tanpa tersadar, itu untuk yang terakhir…sebelum akhirnya kamu menghilang…
aku tau, kamu bukan orang baik sampai kamu harus menghapus jejakmu (dan aku sangat menyadari itu tanpa kamu perlu menceritakan kehidupanmu yang sebenarnya)
Tapi buatku, kamu adalah keajaiban kecil dalam hidupku. Seseorang yang dikirimkan untuk menolongku saat aku jatuh dan menghapus keraguan akan masa depanku (sebagai seorang skolioser)
Aku tidak menyesal mengenalmu, andaikan aku menemukanmu, akupun tak kan menghujatmu. Aku masih di sini, untuk menguatkanmu sama seperti yang pernah kamu lakukan untukku dulu.

Sekarang aku tak lagi menemukanmu…mungkin inilah saatnya aku berjuang seperti katamu, merebut mimpiku… Dan sampai jumpa 3 tahun lagi…

Tertulis sambil mendengarkan lagu Ungu-Hakikat Cinta
Dan kutitipkan salam rinduku lewat alunan doaku…

Surat untuk Tuhan di hari ultah Titan…

setiap kali mengingatnya, tak henti-hentinya aku bersyukur…
hari ini,,,sampai lagi pada tanggal 27 september, hari di mana segalanya berubah…
hari di mana untuk pertama kalinya aku harus masuk kamar oprasi…>.<
hari di mana titan2 itu dipasangkan ditubuhku…

Tuhan, hari ini tepat 4 tahun dia ada…
tepat 4 tahun sejak dia mulai hidup bersamaku,
mungkin aku masih jauh dari golongan orang-orang yang bersyukur,

masih terus mengeluh pada segala sakit yang aku rasa,
masih terus menangis pada setiap kejadian yang harus terlewatkan karna kondisiku,
masih terus meratapi pada langkah yang tidak sanggup aku tempuh,
dan kadang aku masih berharap akan kehidupan normal…

ampuni aku…

tapi hari ini…

ijinkan aku untuk terus mencintainya,
sama seperti Engkau yang mencintaiku dengan memberiku anugerah ini…
ijinkan aku untuk terus menjaganya,
sama seperti Engkau yang menjagaku hingga aku mampu bertahan hingga detik ini…

dan hari ini…
aku sangat bersyukur…

10 tahun hidup sebagai skolioser,
yang dulu pernah aku tuliskan bahwa hidupku tak semudah yang orang bayangkan
sekarang aku berani berkata,
hidupku jauh lebih menakjubkan dari yang orang bayangkan…

karna si S, aku bisa bikin buku
sebuah hadiah indah yang luar biasa yang tidak pernah terduga…
karna si S, aku bisa merasakan sakit
sesuatu yang membuatku jauh lebih bersyukur dalam setiap langkah yang bisa aku raih…
karna si S, aku menemukan orang2 yang luar biasa dalam hidupku
mereka-mereka itulah yang selalu menguatkanku dalam menghadapi hidupku…
dan merekalah yang menjadikan alasan untukku agar tetap bertahan…

Tuhan, terima kasih atas anugerah yang luar biasa indahnya ini…

andaikan kutemukan keraguan atas masa depanku,
bimbinglah aku agar aku tetap yakin, bahwa semuanya akan baik…

andaikan kutemukan orang-orang yang sulit menerima aku dan titan hingga mereka membuatku sedih dan sakit,
yakinkanlah aku, bahwa suatu saat nanti akan ada tempat dimana aku akan diterima apa adanya bersama titan…

andaikan kurasakan sakit yang tiada terkira,
berikan aku kesabaran, agar aku kuat untuk terus melanjutkan langkahku…

dan apapun yang terjadi pada jiwaku yang sesungguhnya rapuh ini,,,
kuatkanlah aku, agar aku tetap percaya bahwa semua ini adalah bagian dari rencana indah-Mu untuk hidupku…
amiiiin…

happy birthday titan….
baik-baik selalu di badanku yaaaa…
terima kasih untuk orang2 yang masih selalu ada di samping langkahku hingga detik ini…
trima kasih karna kalian mau menerimaku dan titan…
dan terima kasih untuk supportnya yang membuatku bertahan hingga sejauh ini…
(makasiy juga buat temen2 MSI…^_^)

aku yakin,,,nanti, besok, lusa dan seterusnya,,,

perbedaan inilah yang membuat aku istimewa…

Dan Akupun Menyadarinya…

Seandainya kemarin aku sakit, sungguh di luar dugaanku…
dan jika sakitku menimbulkan masalah bagi orang lain, itupun jauh di luar dugaanku…

Ya Allah,,,hingga detik ini aku masih percaya, semua yang kuterima, semua yang aku alami, termasuk sakitku, adalah anugerah yang luar biasa dari-Mu…
anugerah? yah, aku berharap nggak akan menjadikan sakitku sebagai suatu hambatan, tapi sesuatu yang luar biasa, yang membuatku bisa lebih dekat dengan-Nya
Jadi,kalaupun kemarin2 aku sering jatuh,,,lalu kemarin aku sakit, sampe nggak bisa bangun, buat gerak susah, itu jauh di luar kuasaku…

kalo boleh memilih, aku memilih sehat. sama seperti kalian.
kalo boleh memilih, aku memilih tertawa selalu. sama seperti kalian
kalo boleh memilih, aku memilih membiarkannya pergi…..

aaarggghhhh,,,knapa sekarang aku harus nangis lagi, di saat aku harusnya bersyukur, aku udah bisa bangun, bisa duduk (meskipun masih harus nahan sakit), bisa mulai kuliah lagi dan bisa mulai tertawa lagi…

Tuhan,
orang2 normal itu, selamanya mungkin nggak akan pernah tau seperti apa rasa sakitku kemarin, karna mereka memang nggak mengalaminya…dan aku tidak ingin menyalahkannya…
karna sama seperti mereka, akupun sulit untuk memahami orang2 normal itu, yang tidak pernah mau sedikit saja menjaga perasaan orang2 berbeda yang mungkin ada di sekelilingnya…

tapi hari ini aku menyadarinya…
membaca situasi, membaca postingan seseorang di wall temanku, membaca status temanku yang lain…
sungguh aku nggak nyangka akan jadi seperti ini. dan aku memilih mundur…
kecewa, sakit, sedih, sempet putus asa,,,,semuanya nyampur…
dan hari ini aku menyadarinya…
sakitku adalah hidupku…selamanya bersama si S, akan aku hadapi…
kujanjikan tidak ada masa2 seperti kemarin lagi, karna segalanya akan berubah…
akan kutulis sebanyak mungkin kata, akan kupelajari sebanyak mungkin buku, akan kulakukan sebanyak mungkin aktivitas, dan akan kubuktikan pada kalian semua, aku mampu,,,,jauh di atas mulut2 kalian…

aku memang sakit, dan tidak kupungkiri akan hal itu, tapi biarkan aku menjaga hatiku untuk tidak disakiti oleh siapapun…

Kangen…

habis chat sama temen,,,ngomongin kangen…

knapa jadi kangen beneran yaaa…. inget adikku… :(
apa karna uda lama nggak ke singasari ya?

kayaknya bukan itu…
tapi karna aku menghadapi masalah yang sama dengan 2 tahun yang lalu…

adikku sayang,,,maaf ya….
sepertinya aku memang bukan kakak yang baik buatmu
hanya untuk permintaan kecilmu saja aku tak mampu
padahal hal besar sudah kamu tunjukkan untuk bukti cintamu yang nggak kalah besar
kamu slalu dateng dalam tidur ku saat aku terbaring di meja itu kan…?

mungkin orang bilang aku aneh, nggak mungkin kamu dateng…
tapi kehadiranmu begitu terasa dalam setiap detik waktuku
bukan karna namanya sama dengan namamu,,
tapi karna kamu mengingatkanku akan semua janji itu kan?

De’, maaf ya…
janji itu masih terukir dalam hati hingga detik ini
biarkan aku jadi pribadi yang keras, asal aku bisa bertahan
biarkan aku jadi orang yang cuek, asal aku bisa melawan
semuanya masih aku lakukan, demi janjiku untukmu

dan bila hari ini aku menangis, bukan karna aku ingin mengingkarinya…
tapi justru karna aku takut tidak bisa kembali berjuang untuk mewujudkan mimpi kita…

aaah,,,seandainya aku masih punya banyak waktu…
mungkin tak akan cukup untuk menuliskan kerinduanku padamu…
percayalah bahwa hingga saat ini, kamu masih menempati tempat yang khusus di hatiku…

Semut2 di Tangan_part 1

Aaarghh,,,knapa akhir2 ini jadi hopeless ya?
Harusnya aku seneng,,,tadi ada pencerahan untuk project si “S”,,,
tapi knapa harus ditambah kondisi yang nggak menyenangkan?
biasanya sekedar semutan, tapi tadi??? kok sempet jadi berasa mati rasa ya??
cuma sesaat, tapi udah sempet bikin pemiliknya panik… :(

apa iya semua iitu bener? apa iya uda nggak normal lagi?
Ya Allah,,,aku bener2 nggak bisa bayangin kalo bagian satu itu nggak bisa diapa2in……..

aku tau, harusnya aku langsung telp daddy dan cerita tentang kondisiku, tapi aku juga tau, beliau pasti langsung bilang, kapan siap tretment???
hfffff,,,,maaf dok,,,ternyata kondisi ini belum membuat saya siap masuk kamar op lagi…. :P
cuma bisa bikin aku ngeri dan menangis…persis kayak waktu pertama kali aku divonis op dulu… :(
*dasar cengeng*
aaah,,,seandainya ada seseorang datang, memegangnya dan memberi kekuatan, trus bisa langsung sembuh…
(ngarep mode on) wkwkwkw

kali ini aku cuma berharap satu hal, saat aku selesai menuliskan semua ini, semoga tanganku masih bisa selalu ikut ambil bagian dalam tulisan2 selanjutnya….amiiiin

Titanku, Hidupku

 
Habis ditanyain masalah skoli,,,jadi nyadar akhir2 ini aku kurang perhatian sama titan…
jadi inget juga,,,ada tulisan about skoli yang blm diposting…:P

banyak yang bilang aku berubah,,,jadi mau terbuka…
aaah,,,sebenernya itu cuma perasaan mereka. dari dulu aku nggak terlalu penutup…
aku masih mita yang dulu, mita yang skoli, mita yang penakut (apalagi sama kamar op), mita yang suka ngeluh…
tapi bedanya, sekarang aku nikmati semuanya….^^
buatku,,,skoliosis adalah anugrah terindah yang belum tentu bisa didapatkan oleh orang lain.
aku tau, aku berbeda, sesuatu yang sulit aku terima…bahkan sampai saat ini…
tapi aku nggak lagi berpikir, bagaimana caranya aku bisa sembuh,,,tapi lebih berpikir apa yang bisa aku perbuat dengan skoliku ini…
(maka lahirlah buku “berdamai dengan skoliosis”…hihihi,,,tetep,,,promosi2…buat yang mau beli, bisa langsung hubungi mita…wkwkwkw)

selalu aku katakan (untuk menguatkan hatiku sendiri), hidup sebagai seorang mita yang skoliosis ini nggak semudah yang orang bayangkan…
setiap saat harus siap dengan sakit, harus siap dengan pandangan sinis…
untungnya aku punya keluarga yang hebat,,,yang nggak pernah malu punya aku yang skoli, yang slalu punya cinta yang tulus untuk aku…
juga bukan hal yang mudah untuk menerima titan,,,sesuatu yang akan jadi bagian hidupku,,,selamanya…
mendapati ada titan di badanku, membuat aku takut akan segalanya…
tapi inilah hidupku,,,dan aku percaya akan ada tempat di mana aku, skoli, dan titanku bisa diterima apa adanya,,,tanpa harus menutup-nutupi…contohnya di MSI ^^,,,tempat yang mengajarkan aku untuk bisa lebih berhati besar pada skoli ku,,,dan berkata: AKU BANGGA dengan SKOLIKU dan skoli bukan halangan untuk berprestasi…^^

termasuk untuk pendamping hidupku kelak…aku tidak ingin menutupinya…
siapapun dia,,,harus bisa menerima aku dan titanku sebagai satu paket…(ngarep boleeeh kaan….xixixixi)
karna titanku,,,adalah hidupku…

Masih Boleh

Masih boleh nggak aku punya mimpi di kota itu?

aku ragu…

tapi biarkan aku ada di setiap mimpimu…

 

akhirnya………..

Mimpiku masih sama…

Mungkin segalanya telah berubah menjadi lebih baik…

tapi akankah dia tau, aku masih memendam mimpi yang sama,,
aku tidak mengubahnya,,,masih sama seperti yang dulu…
mungkin aku bisa bilang berbeda, tapi sesungguhnya masih sama…
aku masih menginginkan hal yang sama, ditempat yang sama
bukan yang lainnya…….

perih memang saat memendamnya,,,tapi aku ingin bertahan…
siapa tau, masih ada harapan untuk mewujudkannya…

« Entri lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.