SELAMANYA…

Habis baca artikel di tempo tentang skoliosis,,,
Lupa edisi ke berapa (liat di facebook nya MSI…)

Jujur aja, ada satu hal yang terus aku inget dari tulisan itu.
Di situ dr Luthfi bilang : once scoliosis, forever scoliosis.
(kalaupun dilakukan operasi itu tidak bisa membuat normal, hanya mencegah lebih parah)

Duh,,,ngena banget rasanya…. :(
Semakin aku disadarkan,,,selamanya aku akan bersama si skoli ini…

Jadi inget,,,pertama kali divonis oprasi,,,sampe segitu depresinya… jangankan semangat, bermimpi pun aku nggak brani. Yang ada di pikiranku,,, hidupku akan berakhir di meja oprasi…
Hfff,,,,kalo diitung2 udah empat kali tubuhku menyentuh meja itu…rasanya cukup sudah…nggak lagi2 deh…! semoga dalam hidupku setelah ini, si skoli nggak bikin masalah yang mbuat aku mesti ke meja itu lagi…

Yah,,meskipun SELAMANYA,,,seenggaknya sekarang aku mulai berani bermimpi lagi.
Dan karna dia ada selamanya dalam hidupku, aku harus bisa berpikir “apa yang bisa aku perbuat bersama dia”, bukan “kenapa harus ada dia”…

Ngomong ciy gampang,,,ga tau deh kenyataanya…kayaknya susah… :-P

6 Komentar

  1. R.Arif S berkata,

    Februari 28, 2009 pada 10:16 pm

    setiap lembar hari adalah kenangan yang harus kita lewati….

    hidup itu bukan berapa lama kita hidup tapi berapa banyak engkau menghargai setiap hembusan nafas…..

    once scoliosis, forever scoliosis but once mitha, forever mitha :)

  2. ade berkata,

    Maret 28, 2009 pada 7:56 pm

    tetep semangat mba…
    owya, gimana kabar bukunya????
    tulis di wall fb ya??

  3. amamooth berkata,

    November 4, 2009 pada 4:58 pm

    hei met knl y .
    aq jg skoliosis kok..
    walaupun slama’y tp terima takdir aj . whehe
    mgkn dgn kita g kyk gn . qt gkn inget trs ma tuhan . (so’ bijak)

  4. dita berkata,

    Juli 21, 2010 pada 3:50 pm

    hai mit……
    salam kenal yahhhh
    hihihihi

  5. meta berkata,

    Februari 6, 2011 pada 1:06 pm

    Aku waktu di vonis untuk opersi PAS bngt waktu ulang tahun aku.
    Baru kali itu aku merasa terbebani dengan penyakit ini.
    Terkadang mikir “Kenapa harus aku?”, “Haruskah aku diem dan pasrah nerima ini semua?”
    SAmpe umur 22 tahun, jawabannya pun belum aku temuin
    Berfikir ke depanpun aku ngga brani
    sampai sekerngpun bgtu.

    @meta: hi meta…jangan pesimis gitu donk,,,kamu nggak sendirian kok…kalo nanya kenapa harus kita,,,jawabannya udah pasti kok,,,karna inilah yang terbaik untuk kita, dan Allah pasti sudah menyiapkan rencana indah untuk kita bersama skoli kita,,,percaya deh…
    aku kirim imel tuh,,,semoga bisa share lebih jauh ya…^_^

  6. leidy berkata,

    Oktober 20, 2011 pada 4:15 pm

    haaiiii… salam kenal yaa! mo tanya nich, ‘udah empat kali tubuhku menyentuh meja itu’ maksudnya gimana ya.. apa uda 4x operasi karena si skoli??? kebetulan aku skolioser jg,, lagi nimbang2 untung ruginya operasi. minta tulunk di-share lebih lanjut yaaaa! tq ^^

    @Leidy: hi leidy,,,cerita lengkapku ada di buku Berdamai dengan Skoliosis, baca aja di situ…op nggak semengerikan yang dibayangkan, tp juga nggak semudah mengucapkan kata operasi…:)
    aku kirim email tu…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.