Semut2 di Tangan_part 1

Aaarghh,,,knapa akhir2 ini jadi hopeless ya?
Harusnya aku seneng,,,tadi ada pencerahan untuk project si “S”,,,
tapi knapa harus ditambah kondisi yang nggak menyenangkan?
biasanya sekedar semutan, tapi tadi??? kok sempet jadi berasa mati rasa ya??
cuma sesaat, tapi udah sempet bikin pemiliknya panik… :(

apa iya semua iitu bener? apa iya uda nggak normal lagi?
Ya Allah,,,aku bener2 nggak bisa bayangin kalo bagian satu itu nggak bisa diapa2in……..

aku tau, harusnya aku langsung telp daddy dan cerita tentang kondisiku, tapi aku juga tau, beliau pasti langsung bilang, kapan siap tretment???
hfffff,,,,maaf dok,,,ternyata kondisi ini belum membuat saya siap masuk kamar op lagi…. :P
cuma bisa bikin aku ngeri dan menangis…persis kayak waktu pertama kali aku divonis op dulu… :(
*dasar cengeng*
aaah,,,seandainya ada seseorang datang, memegangnya dan memberi kekuatan, trus bisa langsung sembuh…
(ngarep mode on) wkwkwkw

kali ini aku cuma berharap satu hal, saat aku selesai menuliskan semua ini, semoga tanganku masih bisa selalu ikut ambil bagian dalam tulisan2 selanjutnya….amiiiin

Hanya Kepada-Mu Aku Mengadu

Aku bingung…
Aku tau, aku mengharapkan kesembuhan itu; aku pun yakin Engkau tau bahwa aku sangat rindu akan sebuah kehidupan yang normal seperti teman-temanku…
Tapi kenapa jalan itu rasanya begitu sulit? Kenapa jalan yang tersedia hanyalah sebuah jalan kecil yang cuma bisa dilalui jika aku meninggalkan jalan yang tengah aku lewati sekarang?

Tiga bulan (apalagi enam bulan), itu bukan waktu yang singkat bagiku bila aku harus meninggalkan jalanku…
Aku nggak mungkin ninggalin kuliahku (lagi); aku nggak mungkin ninggalin segala impianku yang dengan susah payah aku bangun kembali…

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa): Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang yang kafir.(Q.S Al Baqarah:286)“.

Ya Allah, hanya Engkau yang paling tau apa yang sesungguhnya terbaik buatku…

maafkan aku

ya Allah, maafkan aku yang belum bisa ikhlas untuk menerima cobaan Mu ini. aku sadar, hanya Engkau yang paling tau apa yang terbaik buatku. Tapi, aku ini cuma manusia biasa yang kadang juga punya rasa iri. aku sedih ketika melihat mereka bisa melakukan apa yang ingin mereka lakukan. sedangkan aku? aku bisa jalan, aku bisa tidur, aku bisa bicara, sama seperti mereka, tapi Engkau telah menganugerahkanku sebuah perbedaan di tulang punggunggku dan itu membuat segalanya jadi terbatas…

Tuhan, jika ini yang terbaik buatku, buatlah hamba ikhlas menerima dan menjalaninya… amin

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.